Pengantar Psikologi

Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Seseorang yang melakukan praktik psikologis disebut sebagai psikolog. Para psikolog berusaha untuk memperbaiki kualitas hidup seseorang melalui intervensi tertentu baik pada fungsi mental, perilaku individu maupun kelompok, yang didasari atas proses fisiologis, neurologis, dan psikososial.

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno "Psychē" yang berarti jiwa) "logia" yang artinya ilmu, sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi dapat didefinisikan sebaagai ilmu pengetahuan (sains) yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya (Psychology may be defined as the science that studies behavior of men and other animals).

Berikut ini pengertian psikologi menurut para ahli (pakar) Psikologi :

Menurut Wilhem Wundt, pengertian Psikologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang pengalaman-pengalaman yang muncul pada manusia. Seperti perasaan panca indera, feeling, kehendak, pikiran, dll. Wundt ini juga termasuk tokoh filsafat yang mencetuskan cikal bakal berdirinya Psikologi.

Muhibbin Syah mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Knight and Knight mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang pengalaman dan tingkah laku manusia secara sistematis. Tidak hanya manusia, hewan, normal dan abnormal, serta individu atau sosial.

Sedangkan Kurt Koffka mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari mengenai perilaku makhluk hidup dalam hubungan mereka dengan dunia luar. Jadi, bukan hanya belajar tentang manusia itu sendiri, melainkan juga interaksi manusia itu dengan dunia lain.

Sejarah Psikologi secara ringkas

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filsafat yang diprakarsai sejak zaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel).

Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu setiap makhluk hidup memiliki jiwa. Sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, namun mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

Walaupun sejak dulu telah terdapat pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir tahun 1800-an yaitu ketika Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia.

Pada tahun 1879, Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di Universitas Leipzig, Jerman. Ditandai dengan berdirinya laboratorium ini, Wundt mengokohkan psikologi sebagai bidang studi eksperimental yang mandiri meskipun metode ilmiah untuk lebih memahami manusia belum terlalu memadai. Dengan berdirinya laboratorium ini, maka lengkaplah syarat untuk menjadikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan. Dengan demikian, tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Ruang Lingkup Psikologi secara global

Hewan dan manusia — Banyak orang yang menyangka bahwa psikologi hanya mempelajari manusia, tetapi dalam percobaan tentang proses-proses dalam diri ini, hewan juga banyak dilibatkan terutama ketika menghadapi masalah etika tentang objek penelitian yang melibatkan manusia, misalnya ketika menguji-coba sebuah zat percobaan di otak yang belum pernah diketahui hasilnya. Maka dalam hal ini hewan-hewan dianggap pengganti yang lebih berterima secara moral daripada menggunakan objek manusia.

Keturunan atau lingkungan — Di sepanjang sejarah psikologi selalu ada pertentangan akan mana yang lebih berperan, apakah faktor keturunan atau faktor lingkungan.

Faktor keturunan merujuk pada apa yang diwariskan secara turun-temurun secara genetis, dari generasi ke generasi. Sementara faktor lingkungan merujuk pada apa yang terjadi di sepanjang hidup termasuk pengetahuan, pengalaman hidup, trauma, atau luka yang diperoleh fisik misalnya karena kecelakaan lalu-lintas. Walaupun banyak penelitian membuktikan bahwa kedua faktor ini berpengaruh, baik secara sendiri-sendiri maupun dengan cara saling berinteraksi, namun kesimpulan ini tidak cukup untuk menghentikan dilakukannya penelitian-penelitian lainnya yang hasilnya mengarah pada memperkuat atau memperlemah kesimpulan ini.

Alam sadar dan alam bawah sadar — Sebuah perilaku banyak dipengaruhi oleh kesadaran atau alam sadar kita, tetapi ada banyak konsep psikologi yang berpendapat bahwa alam bawah sadar yaitu sebuah ranah diri manusia yang terletak di bawah pengetahuan kesadaran diri mempengaruhi latar/motif tindakan dan respon seseorang.

Normal dan tidak normal — Kadar penderitaan (distress) dan keterbatasan/ketidakmampuan (dysfunction) dijadikan ukuran untuk menentukan apakah pikiran dan perilaku seseorang itu termasuk kategori normal atau tidak normal. Ukuran-ukuran tentang kadar keselarasan dengan lingkungan atau apakah menyimpang dari norma (deviant), ketidakteraturan/ ketidakterkelolaan/ ketidakterkendalian (disruptive), atau bahaya dan kerusakan yang ditimbulkannya (dangerousness) terhadap individu atau masyarakat juga dijadikan tolok ukur untuk menentukannya.

Rentang usia — Karena faktor lingkungan atau faktor perjalanan hidup di atas banyak berpengaruh kepada pembentukan diri pada manusia, maka psikologi mengkaji keseluruhan perjalanan hidup manusia, namun ada banyak penelitian psikologi yang hanya mengkaji rentang usia tertentu saja, misalnya mengenai masa pra-sakit pada gangguan skizofrenia yang sangat banyak terjadi di usia remaja akhir dan dewasa awal. (Skizofrenia adalah semacam gangguan halusinasi yang dialami dalam jangka waktu yang lama).

Metode Psikologi

Metodologi Eksperimental

Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.

Observasi Ilmiah

Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja: tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.

Sejarah Kehidupan (metode biografi)

Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif. Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu: pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi.

Wawancara

Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.

Beberapa manfaat pengaplikasian psikologi sehari-hari

Mengetahui Emosi pada Manusia

Dalam psikologi, emosi seringkali dibahas dalam cakupan yang luas. Dimana psikologi memang membahas tentang pandangan manusia dan juga pandangan seorang individu terhadap sebuah suasana atau juga masalah. Emosi dalam Psikologi merupakan hal yang penting.

Psikologi membantu anda mengetahui sikap manusia sebagai upaya menyesuaikan diri serta berhubungan dengan orang lain dengan cakupan grup atau individual. Sehingga memudahkan kita untuk memahami pemikiran, perasaan menurut cara mereka sendiri.

Membuka Pintu Pilihan Karir

Sejarah Psikologi Pendidikan tidaklah singkat,mengingat peranan psikologi dalam dunia pendidikan sangatlah tinggi. Sekarang ini pendidikan membuka luas lagi pengetahuan dan bidang yang bisa diikuti dan dikaji oleh banyak generasi.

Hal ini seringkali membuat anak-anak Indonesia merasa bingung dimana atau psikologi manakah yang tepat untuk bisa membantu pendidikan dan karir yang tepat. Untuk meningkatkan peluang karir yang baik dan juga tepat mereka berpikir sangat jauh, dan psikologi membantu mengelompokan dan mempermudah kesulitan pilihan mereka. Dalam pendidikan sendiri ada banyak Metode Psikologi Pendidikan yang digunakan.

Mengetahui Makna Sesungguhnya

Ketika anda mempelajari otak manusia dan menghubungkannya dengan psikologi. Maka niscaya anda akan berpikir bahwa otak manusia adalah organ yang rumit dan seringkali penampilan luar seseorang memiliki banyak faktor penyebab di baliknya dan juga seringkali tidak sejalan.

Ruang Lingkup Psikologi Kepribadian memang luas namun setidaknya bisa membantu kita berpikir untuk lebih bijak memahami orang.

Terus Mendapat Ilmu Baru

Psikologi merupakan ilmu yang selalu berkaitan dengan makhluk hidup dan khususnya adalah manusia. Selama manusia masih bisa hidup di bumi ini dan berbagai karakter baru bermunculan. Maka psikologi akan menjadi ilmu yang tidak pernah habis dikaji dan dipelajari.

Meski banyak jalur karir yang dapat memberi Anda kemampuan untuk meraih segala macam pengetahuan tentang subjek tertentu, Anda harus punya dorongan untuk terus belajar dan motivasi serta target untuk dicapai.

Bekerja dengan Lingkungan Apapun

Ketika anda masuk ke lingkungan apapun termasuk bekerja seringkali kita tidak bisa menyesuaikan diri dengan baik. Maka dari itu dengan cara mempelajari psikologi khususnya psikologi pendidikan yang berhubungan dengan anak-anak, banyak orang bisa menyesuaikan diri dengan bekerja di lingkungan tersebut.

Selain itu banyak studi yang mengatakan dengan mempelajari psikologi akan mempermudah anda dalam bekerja di lingkungan ataupun situasi apapun.

Pembentukan Kepribadian

Jangan percaya jika anda membentuk kepribadian dengan satu faktor saja. Banyak yang bilang jika kepribadian seseorang terbentuk akibat lingkungannya. Sebenarnya tidak 100% karna lingkungan. Perlu diingat bahwa kepribadian bisa juga berasal dari traumatik, pengalaman, pelajaran dan lain sebagainya. Psikologi membantu mengurai kepribadian mana yang bisa cocok dan apa saja faktornya. Jika anda menjadi individu yang salah, maka anda bisa tahu apa sebenarnya faktor yang menyebabkan anda menjadi seseorang yang kurang bisa memahami orang lain atau sering membuat masalah.

Psikologi biasanya berperan penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Seperti contoh anda introspeksi atau melakukan hal-hal yang harus dilihat secara luas pandangannya maka dengan ilmu psikologi akan lebih baik dibandingkan pendapat atau opini priabdi saja.

Solusi Permasalahan

Ketika anda mendapatkan masalah disitulah pemikiran dan kepribadian seseorang diuji. Dalam dunia psikologi, ada juga yang menggunakan metode untuk pemecahan masalah. Khususnya dalam psikologi kejiwaan dan pendidikan. Mereka membutuhkan psikologi bukan hanya pelengkap saja namun buku panduan yang tepat dalam menyelesaikan masalah.

Peran psikologi khususnya pendidikan adalah melatih individu untuk bisa menjadi lebih peka terhadap masalah yang ada serta bisa lebih kreatif lagi dalam mencari solusi untuk masalah tersebut.

Prestasi Akademik

Keuntungan lain ketika anda mempelajari dunia psikologi adalah memahami prestasi akademik individu dan juga motivasi belajar seseorang. Motivasi bisa berbentuk apa saja, baik positif ataupun negatif.

Nah psikologi membantu mengarahkan anda ke arah yang lebih baik dari pintu mana saja, baik yang awalnya sudah pintar menjadi lebih pintar atau yang awalnya kurang menjadi lebih baik.

Pengembangan Metode Belajar

Dalam psikologi khsususnya bidang pendidikan ketika ingin menerapkannya ke sehari-hari sangatlah mudah. Dimana anda bisa menggunakan ilmu psikologi untuk pengembangan metode belajar. Psikologi Pendidikan mungkin yang paling mudah diterapkan meskipun ada ilmu psikologi lainnya.

Saat ini sudah dikembangkan berbagai macam metode belajar, mulai dari metode belajar yang bersifat formal hingga metode belajar non formal yang sudah diaplikasikan di dalam dunia pendidikan. Anda sudah bebas memilih mana yang terbaik untuk bisa digunakan dalam proses belajar.

Rasa Empati

Membangun rasa empati tidaklah mudah, Karena umumnya masalah yang bsia timbul dianatara orang-orang karena memang gagal untuk memahami satu sama lainnya. Mereka cenderung tidak bisa mengerti ataupun memahami sudut pandang orang lain. Psikologi ada untuk membantu anda agar dapat memahami dan bisa berempati mengapa orang berpikir sedemikian rupa.

Ujungnya, anda dapat berempati terhadap orang lain meskipun orang tersebut bukanlah orang yang anda sukai. Pengertian Empati Menurut Para Ahli hanya bisa dipelajari di Psikologi.

Pemahaman Diri

Pelajaran paling sulit adalah untuk mengalahkan ego dan keinginan diri sendiri. Siapakah yang tidak tertarik untuk memahami diri dan berubah menjadi lebih baik dan lebih ke arah positif ?

Tidak ada cara yang lebih baik untuk bisa memahami diri sendiri selain menggunakan cara pengetahuan psikologi. Semua perilaku dapat dipahami melalui pemahaman ilmu psikologi.

Menghibur Diri

Jika anda mengalami masalah yang berat yang membuat seseorang menjadi kesal ataupun marah dan akhirnya menyebabkan hubungan menjadi buruk.

Seringkali kita menyalahkan diri sendiri pada akhirnya. Ataupun masalah besar yang menimpa sehingga muncul Tanda-Tanda Depresi pada diri anda.

Dengan psikologi anda bisa menenangkan diri dan menghibur diri. Dalam ilmu psikologi, masalah bukanlah hal yang salah dan kesalahan juga bukan hal yang harus ditakuti melainkan diselesaikan.

Jika anda lebih sering menambah ilmu pengetahuan tentu akan lebih tenang dalam menyelesaikan masalah dan mencari solusinya.

Menanamkan Pemahaman Positif

Berpikir positif sangat sulit dilakukan, terutama jika anda merupakan orang yang mudah curiga. Sehingga hal ini sering mempersulit anda dalam menyelesaikan masalah atau memandang suatu masalah.

Psikologi Agama merupakan salah satu cabang psikologi yang membantu manusia untuk memikirkan pemikiran spritiualnya. Sehingga nantinya akan membantu mereka dalam memegang prinsip hidup dan berpikir positif seperti yang diharapkan.

Menanamkan Kreativitas Khususnya Pada Anak

Dalam psikologi khususnya psikologi agama, kita bisa melihat berbagai pandangan khususnya untuk anak-anak. Dunia mereka cukup banyak terlibat dengan psikologis, karena pemikirannya yang masih berkembang, anak-anak juga masih bisa berubah sikap dan karakternya karena lingkungan yang mempengaruhi. Maka lingkungan sangat penting meskipun tidak mempengaruhi 100% anak tersebut bisa baik ataupun buruk.

Psikologi Anak memiliki manfaat tersendiri. Kreativitas merupakan kemampuan berpikir yang berbeda dan dari sudut pandang yang tidak tertebak oleh orang lain. Biasanya orang bekreativitas tinggi berpikir sangat random namun luar biasa. Sehingga dengan adanya psikologi akan dibantu diarahkan menjadi hal positif dan bisa diterima banyak orang.

Kecerdasan Emosional dalam Psikologi

Secara garis besar, emotional intelligence memang mengenai kualitas-kualitas dan potensi-potensi positif seorang ndividu dan juga pribadi yang bersifat interpersonal serta ekstra personal. Kecerdasan emosional diajarkan satu-satunya hanya pada dunia psikologi.

Jika bidang lain mengajarkan, tetap saja dari sisi psikologi kecerdasan emosional dikaji. Sebenarnya seperti apa Kualitas-kualitas seperti Pengertian Empati Menurut Para Ahli, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan beradaptasi, disukai oleh orang lain, kemampuan memecahkan masalah pribadi serta ketekunan anda sebagai seorang individu.

Konsep diri dalam Ilmu Psikologi – Perkembangan dan Komponennya

Konsep diri seseorang adalah sekumpulan hal-hal yang dipikirkan, diyakini, dan dipersepsikan seseorang tentang dirinya. Sebutan lain untuk konsep diri adalah konstruksi diri, identitas diri, perspektif diri, atau struktur diri. Hal ini mencakup performa akademis, identitas gender, identitas seksual, dan identitas rasial. Secara umum, konsep diri membentuk jawaban atas pertanyaan “Siapakah saya?”

Definisi konsep diri menurut Baumeister (1999) adalah: Konsep diri terdiri dari skema diri, diri masa lampau (past self), diri masa kini (present self), dan diri masa depan (future self). Konsep diri berbeda dengan harga diri (self esteem). Konsep diri bersifat kognitif dan deskriptif tentang diri seseorang (misalnya: “saya seorang atlet marathon”), sedangkan harga diri bersifat evaluatif dan menyangkut pendapat seseorang tentang dirinya (misalnya: “saya bangga menjadi seorang atlet marathon”).

Konsep diri saling berinteraksi dengan harga diri, pengenalan diri, dan diri sosial, dalam membentuk diri secara utuh. Hal ini mencakup diri masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dalam hal ini, “diri masa depan” (future self) adalah apa yang dipikirkan seseorang meliputi antara lain pemikiran seperti apa dirinya di masa depan, menjadi orang yang bagaimana (possible self), hadirnya rasa takut akan menjadi orang yang bagaimana. Persepsi seseorang mengenai dirinya di masa lalu maupun masa depan, terkait erat dengan persepsinya tentang dirinya di masa sekarang.

Menurut teori penilaian-diri sementara (temporal self-appraisal theory), manusia umumnya memiliki kecenderungan mempertahankan penilaian diri yang positif dengan cara mengambil jarak dengan “diri” negatifnya, sambil berfokus pada “diri” positifnya. Tambahan lagi, manusia juga cenderung memandang diri masa lalunya sebagai kurang diinginkan, dan berpandangan lebih positif terhadap diri masa depannya.

Beberapa Metode Dalam Mempelajari Psikologi Umum

Psikolog bisa menggunakan banyak metode berbeda untuk melakukan penelitian. Setiap metode memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri, membuatnya dapat dicocokkan untuk situasi tertentu dan tidak cocok untuk situasi lainnya. Rentang metode yang luas digunakan dalam ilmu psikologi. Metode – metode ini bervariasi dari sumbernya dimana informasi didapatkan, bagaimana informasi tersebut dicontohkan dan tipe instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data.

Metode juga dapat bervariasi berdasarkan bagaimana peneliti mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif atau keduanya. Penelitian kualitatif terjadi ketika penemuan para peneliti tidak datang secara statistik atau prosedur kuantitatif lain. Sedangkan penelitian kuantitatif yaitu ketika hasil penelitian ditemukan dari model matematika dan perkiraan statistik atau keterlibatan data statistik. Karena informasi kualitatif dapat ditangani secara statistik, perbedaan yang ada lebih berhubungan dengan metode daripada dengan topik yang dipelajari.

Metode Penelitian Dalam Psikologi Umum

Para peneliti ilmu psikologi mempelajari berbagai topik dalam rentang yang bervariasi, mulai dari perkembangan bayi hingga perilaku kelompok sosial. Psikolog menggunakan metode ilmiah untuk menyelidiki pertanyaan secara sistematis dan empiris. Memilih topik, metode riset dan memperkirakan bagaimana cara menganalisis data yang diambil dapat menjadi proses yang mengintimidasi khususnya jika Anda memiliki sedikit atau tidak ada pengalaman dalam melakukan penelitian. Metode dalam mempelajari psikologi umum yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Eksperimen

Metode dalam mempelajari psikologi umum berupa eksperimen adalah yang paling berguna diantara semua metode ilmiah karena kebanyakan fakta dasar dalam psikologi berasal dari hasil penelitian eksperimental. Metode eksperimen dalam psikologi ini pada umumnya dilakukan dalam laboratorium dan melibatkan banyak variabel terkontrol. Metode eksperimen sosial adalah penelitian yang banyak berhubungan dengan psikologi sosial, merupakan penelitian yang dilakukan di lingkungan alami daripada di dalam laboratorium.

2. Survei

Ini adalah metode dalam mempelajari psikologi umum yang paling sering digunakan. Ada dua alat pengukuran yang bisa digunakan seorang peneliti dalam metode survei, yaitu kuesioner dan interview. Kuesioner paling baik digunakan ketika penelitian membutuhkan banyak responden untuk menghemat banyak waktu. Sementara interview digunakan ketika jumlah responden sedikit dan juga ketika responden tidak dapat membaca atau menulis.

3. Studi Kasus dan Studi Klinis

Metode ini digunakan ketika penyelidikan intensif mengenai kasus tertentu dibutuhkan. Dalam metode ini, para peneliti harus menggali ke dalam semua jenis catatan mengenai subjek, termasuk catatan rumah sakit, pendidikan, latar belakang keluarga dan semua data lain yang diperlukan. Metode ini juga merupakan jenis – jenis metode penelitian dalam psikologi perkembangan.

4. Observasi

Ada dua macam teknik observasi dalam psikologi yaitu observasi dengan partisipan, dimana peneliti telah bergabung dengan sebuah kelompok untuk mendapatkan data yang lebih mendalam dan intensif. Sementara observasi non partisipan atau observasi alami menempatkan peneliti sebagai pengamat, dan seringkali subjek tidak tahu jika sedang diamati. Pada observasi alami, peneliti mengamati perilaku dalam setting alaminya sementara berusaha menghindari untuk mengontrol dan mempengaruhinya. Observasi ini dilakukan dalam setting alami tanpa adanya persiapan atau partisipasi peneliti, karena itu tempat observasi adalah tempat umum, rumah, jalanan, atau sekolah. Metode ini juga banyak digunakan pada metode penelitian dalam biopsikologi.

5. Metode Tes

Metode dalam mempelajari psikologi umum ini menggunakan tes psikologis sebagai instrumennya. Contoh dari tes psikologi ini antara lain tes IQ, cek list masalah, tes bakat, teknik asosiasi bebas yang biasanya digunakan untuk mempelajari pasien dengan masalah mental, dan tes kebiasaan belajar. Karena itu metode ini sering digunakan sebagai metode psikologi pendidikan.

6. Riset Arsip

Riset ini adalah jenis penelitian yang melibatkan mencari dan menarik bukti dari catatan arsip, sering digunakan sebagai metode dalam psikodiagnostik. Catatan – catatan ini mungkin ada di lembaga arsip seperti perpustakaan dan museum atau dalam penjagaan organisasi seperti pemerintah, bisnis, keluarga atau agensi lain yang pada awalnya mengumpulkan dan mengakumulasikannya. Riset arsip bisa dikontraskan dengan riset sekunder yang melibatkan mengidentifikasi dan konsultasi sumber sekunder yang berhubungan dengan topik penelitian dan dengan tipe riset utama lain serta investigasi empiris seperti pekerjaan lapangan dan eksperimen.

7. Simulasi Komputer

Pendekatan dengan simulasi komputer adalah dilakukannya reproduksi pada perilaku dari satu sistem menggunakan komputer untuk mensimulasi hasil akhir dari model matematis yang dihubungkan dengan sistem lain, mengecek reliabilitas dari model matematis yang dipilih. Simulasi komputer telah menjadi alat yang berguna untuk model matematis dari banyak sistem alami antara lain dalam memprediksi perilaku manusia, ilmu sosial, psikologi dan banyak lagi.

8. Self Report

Metode ini termasuk tes, kuesioner dan interview, semua yang akan melakukan hal yang sama, memberi subjek stimulus seperti pertanyaan dan mendapatkan respons. Keuntungan dari menggunakan metode ini adalah mengumpulkan banyak data dengan cepat dan dengan biaya yang minim. Cara ini memungkinkan psikolog untuk membandingkan hasil dari satu orang atau grup dengan banyak orang lainnya. Kerugiannya adalah bahwa peneliti tidak selalu mengatakan bagaimana respons subjek, namun menganggap apa yang dikatakan subjek adalah respons yang memadai. Ketahui juga salah satu contoh metode introspeksi dalam psikologi pendidikan.

9. Studi Korelasional

Metode yang menggunakan analisis statistik menunjukkan hubungan antara dua variabel. Contohnya ketika peneliti menunjukkan bahwa ketergantungan alkohol berhubungan dengan depresi, maka semakin banyak alkohol yang dikonsumsi , orang akan semakin depresi. Di lain pihak, hal yang sebaliknya juga bisa terjadi. Semakin depresi seseorang, semakin mungkin mereka akan mengonsumsi alkohol. Studi korelasional ada hanya untuk menggambarkan atau memprediksi perilaku dan tidak untuk menjelaskannya.

10. Studi Deskriptif

Studi yang tidak menguji hubungan tertentu diantara variabel disebut studi deskriptif. Dalam metode dalam mempelajari psikologi umum yang ini, perilaku umum atau spesifik atau atribut diamati dan diukur tanpa adanya respek pada satu sama lain. Studi – studi ini pada umumnya merupakan rancangan pilihan untuk memasuki area baru dengan sejumlah informasi baru yang dikoleksi. Contohnya adalah penelitian yang dilakukan seorang kepada kualitas institusi kesehatan mental. Penelitian ini akan dilakukan dengan cara observasi atau pengukuran terhadap berbagai kriteria sebagai lawan terhadap hubungan berbagai variabel. Secara alternatif, studi ini bisa dilakukan tanpa adanya kriteria tertentu dalam pikiran peneliti. Ada pula metode analisis karya dalam psikologi yang digunakan untuk meneliti aspek psikologis dari suatu karya sastra.

Metode dalam mempelajari psikologi umum digunakan para peneliti untuk menyelidiki fenomena psikologis dan mempelajari aspek – aspek berbeda dari bagaimana orang berpikir dan berperilaku. Proses ini tidak saja memungkinkan para peneliti untuk menyelidiki dan memahami fenomena psikologis berbeda, namun juga menyediakan cara bagi para peneliti untuk berbagi dan mendiskusikan hasil dari penelitian tersebut. Metode penelitian psikologi tersebut merupakan proses langkah – langkah yang digunakan oleh peneliti untuk menentukan apakah ada tipe hubungan tertentu diantara dua atau lebih variabel sehingga penilaian mengenai perilaku manusia tidak bersifat subyektif dan menghakimi, dan agar mendapatkan hasil yang lebih sistematis serta objektif.

Semoga bermanfaat untuk kepentingan kita bersama, Amin Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin!

Sumber:
- unisba.ac.id
- ujiantulis.com
- unsd.org
- programstudi.com
- banpt.id
- pendidikandokter.com
- kedokteran.net
- seleksimandiri.com
- banpt.blogspot.com

Post a Comment

0 Comments